UJI COBA PEMANTAUAN HARGA DAN PASOKAN PANGAN STRATEGIS BERBASIS DETEKSI DINI

Posted by: Administrator | 03/07/2019 | Kategori: pertanian | 26 kali dibaca | Rating: 4

Bangkalan_ Pasokan dan harga pangan dan kinerja pelaku distribusi pangan merupakan indikator-indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui Pola/jaringan distribusi pangan dari produsen sampai ke konsumen.

Pasokan pangan merupakan indikator penting(harga Pangan) untuk menilai kondisi keterjangkauan pangan masyarakat.Terjadinya permasalahan dalam pasokan merupakan faktor utama terjadinya fluktuasi harga pangan yang perlu segera mendapat respon kebijakan dari Pemerintah karena dapat menimbulkan gejolak social di masyarakat dan dapat mengakibatkan terganggunya kondisi sosial politik Nasional.

Gejolak harga pangan dapat menunjukkan gejala terganggunya distribusi pangan yang mungkin disebabkan karena kurangnya permintaan .ketidakcukupan pasokan pangan disuatu wilayah mungkin disebabkan adanya gangguan-gangguan pada proses distribusi seperti kurang baiknya sarana transportasi atau adanya dampak perubahan iklim seperti banjir,gelombang tinggi dsb.

Sementara itu ,kinerja pelaku distribusi pangan merupakan  salah satu indikator yang bersifat non fisik yang mempunyai kekuatan untuk mengendalikan pasokan pangan yang pada akhirnya bertujuan untuk mengendalikan harga serta keterbatasan informasi pasar.

Menurut Ir.Supriyadi,MMP,Kabid Distribusi dan cadangan Pangan,” pemantauan Harga pangan strategis dilakukan untuk mengetahui ketersediaan pangan strategis ,Pendistribusian pangan dan untuk memantau kenaikan harga karena kenaikan harga akan berdampak pada inflasi suatu Daerah (10/7/19)

Komoditas yang dipantau mencakup beberapa bahan pangan pokok strategis,yaitu beras,jagung,kedelai,kacang tanah,kacang hijau ,ubi kayu,ubi jalar,bawang merah ,cabe merah ,telur ayam,daging ayam dan daging sapi.

Kegiatan uji coba pemantauan harga pangan pokok strategis Kabupaten Bangkalan Tahun 2019 dilaksanakan di 3 (tiga) pasar,yaitu di pasar ki lemah duwur Bangkalan,Pasar Tanah Merah dan Pasar Arosbaya,yang melibatkan 9 orang pedagang pasar dan 4 orang petugas Pemantau ( Tim Agile) Dinas Ketahanan Pangan sebagai petugas Pengumpul data dan pelapor data.Mereka memantau perkembangan harga pangan setiap hari mulai tanggal 1 s/d 7 juli 2019,dan  hasilnya dikirim ke Dinas Ketahanan Pangan melalui petugas enumerator selaku pengolah data setiap hari jum’at melalui methode panel harga pangan tahun 2019.

Untuk uji coba pemantauan harga dan pasokan pangan mulai tanggal 1 s/d 7 Juli 2019,harga beras,jagung,kedelai,kacang tanah,kacang hijau,ubi kayu,ubi jalar,daging sapi relatif linier dan stabil,sedangkan harga yang mengalami fluktuasi adalah daging ayam dan telur ayam.(MZ)

Share: