DKP Upayakan Data Ketersedian Pangan

Posted by: | 29/02/2020 | Kategori: Pemantauan | 52 kali dibaca | Rating: 1

SALAH satu tugas Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bangkalan adalah merumuskan ketersediaan dan kerawanan pangan. Tetapi dalam realisasinya, pengumpulan data tentang pangan di Kota Salak masih banyak menemui kendala.

Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKP Bangkalan Teguh menyampaikan, lembaganya belum memiliki data terbaru kondisi ketersediaan pangan di Kota Salak. Sebab, materi data yang dibutuhkan untuk melakukan perumusan belum terkumpul. Baru beberapa data dari OPD saja yang masuk.

”Kami yang mengolah data. Mulai jumlah penduduk, kemudian hasil produksi petani atau peternak, cadangan pangan, dan data-data lainnya,” katanya, Jum'at (07/09/2018).

Data-data tersebut diolah dengan rumus yang sudah ada. Setelah itu, bisa ditemukan kondisi ketersediaan pangan di Bangkalan. Dengan begitu, komoditas yang minus atau surplus bisa diketahui. Menurut dia, kendala utama perumusan ketersediaan pangan yakni soal data.

”Terkadang data dari OPD-OPD terkait terlambat menyampaikan pada kami. Jadinya tidak bisa segera dirumuskan,” ungkap Teguh.

Dia berharap, kedepan permohonan data dari lembaganya pada OPD-OPD terkait bisa diberikan sesuai waktu yang ditentukan. Dengan demikian, pihaknya bisa memberi kepastian perkembangan ketersediaan pangan minimal per semester. "Tugas kami memang untuk mengolah data ketersediaan dan kerawanan pangan,” jelasnya.

Berdasarkan data terakhir pada 2017, pangan di Bangkalan lebih surplus. Diantaranya beras surplus 77.795 ton dan jagung 85.681 ton. Sementara kacang hijau minus 20.287 ton, daging minus 37.691 ton, susu minus 6.180 liter, gula pasir minus 11.982 ton, dan gula merah minus 395 ton.

"Ada beberapa komoditas yang minus karena Bangkalan tidak produksi, seperti gula merah,” terangnya.

Share: